Sabtu, 09 Maret 2019

Gerrard Sebut Menyenangkan Melihat MU Terlempar Dari UCL

Gerrard Sebut Menyenangkan Melihat MU Terlempar Dari UCL - Legenda Liverpool, Steven Gerrard mengaku sebenarnya akan menyenangkan melihat Manchester United terdepak dari Liga Champions namun ia mengakui bahwa wasit membuat keputusan yang tepat dalam memberikan penalti saat lawan PSG. (judi bola online)

United kalah dengan skor 2-0 dari PSG di leg pertama babak 16 besar UCL di Old Trafford. Mereka pun diprediksi akan gagal lolos ke perempat final karena laga leg kedua dihelat di Parc De Princes.

Namun ternyata di leg kedua, MU bisa menang 3-1. Agregat menjadi sama 3-3 dan Setan Merah lolos berkat aturan gol tandang.

Salah satu gol MU di laga itu tercipta berkat penalti Marcus Rashford pada menit ke-90+4. Wasit menunjuk titik putih setelah menganalisis

Video Assistant Referee (VAR) dan memutuskan Presnel Kimpembe melakukan handball saat berusaha mengeblok tendangan Diogo Dalot.

Merasa Tidak Adil

Gerrard kemudian ikut mengomentari hasil laga itu dan keputusan wasit. Ia mengaku sebenarnya akan merasa senang melihat MU terdepak dari Liga Champions.

Namun jika itu yang terjadi maka itu adalah sebuah ketidakadilan bagi MU. Sebab ia merasa bahwa United memang pantas mendapat hadiah penalti itu.

"Aturan adalah aturan dan kita semua harus mengharapkan dan menghormatinya," kata Gerrard pada Sky Sports. Aturannya tentu tidak akan berubah selama satu musim. Seperti inilah adanya," serunya.

"Mendengarkan komentar beberapa perangkat pertandingan tentang itu sangat menarik karena mereka mengatakan keputusan penalti itu benar dan wasit benar, tetapi ketika saya melihatnya sendiri, pemain belakang PSG itu diperlakukan kurang adil. Ini sangat keras pada PSG tetapi jika Anda melihat aturan itu adalah keputusan yang tepat," terangnya.

"Itulah sebabnya VAR sangat penting karena tanpa itu, hal tersebut terlewatkan dan Manchester United terdepak keluar [dari kompetisi], yang akan bagus dari sudut pandang penggemar Liverpool tetapi itu akan menjadi ketidakadilan," ujarnya.

Tidak Menghormati MU

PSG dianggap tersingkir dari pentas Liga Champions karena tak menghormati United. Hal tersebut dilontarkan oleh eks kiper Setan Merah, Fabien Barthez.

"Tak ada rasa hormat. Saya rasa ini adalah nilai utama dari seorang atlet dan tim [menghormati lawan]," ujar Barthez kepada Le Parisien.

"Dalam situasi apa pun, wajib untuk menghormati musuh. Berdasarkan skill, Paris lebih baik. Mereka menunjukkannya dengan memenangi laga leg pertama melawan tim Inggris yang bahkan memiliki senjata lebih baik dibanding malam ini," tuturnya.

"Paris kurang konsentrasi. Para pemain tak ada berada dalam pertandingan. Klub yang membuat perbedaan dalam laga seperti ini adalah yang tak membuat kesalahan, belum tentu tim yang bermain paling bagus," pungkasnya.

Jumat, 08 Maret 2019

Prediksi Pertandingan Chelsea Melawan Dynamo Kiev


Prediksi Pertandingan Chelsea Melawan Dynamo Kiev - Chelsea akan menjamu Dynamo Kiev di Stamford Bridge pada leg pertama babak 16 besar Liga Europa 2018/19, Jumat (08/3). Chelsea perlu memaksimalkan laga kandang ini jika ingin membuka jalan menuju perempat final. (agen bola terpercaya)

Chelsea sampai di sini usai menyingkirkan Malmo dengan agregat 5-1 di babak 32 besar. Chelsea menang 2-1 di Swedia, kemudian menang 3-0 di kandang sendiri pada leg kedua.

Olivier Giroud mencetak masing-masing satu gol dalam dua leg melawan Malmo, dan sekarang telah mengukir enam gol di Liga Europa 2018/19. Striker Chelsea itu hanya terpaut satu gol dari Moanes Dabour (Red Bull Salzburg) sang top scorer sementara.

Sementara itu, Dynamo lolos setelah mengeliminasi Olympiakos dengan agregat 3-2. Imbang 2-2 di Yunani pada leg pertama, mereka melenggang dengan kemenangan 1-0 lewat gol tunggal Fran Sol pada leg kedua di Ukraina.

Bukan Laga Yang Pertama

Hasil drawing mempertemukan Chelsea dengan Dynamo, dan ini bukan pertemuan pertama mereka.

Chelsea dan Dynamo sebelumnya sudah bertemu di fase grup Liga Champions 2015/16. Mereka imbang 0-0 di Kiev, kemudian Chelsea menang 2-1 di Stamford Bridge, di mana salah satu golnya dicetak oleh Willian. Chelsea saat ini berada dalam kondisi yang cukup ideal.

Setelah kalah melawan Manchester City di final Carabao Cup, pasukan Maurizio Sarri mencatatkan dua kemenangan beruntun di liga. Mereka menang 2-0 menjamu Tottenham, lalu menang 2-1 lewat gol Gonzalo Higuain dari assist Cesar Azpilicueta dan gol Jorginho dari assist Eden Hazard di kandang Fulham.

Momentum sudah terbangun, dan Chelsea sebaiknya tidak menyia-nyiakannya.

Prediksi Skor Akhir Pertandingan

Chelsea selalu menang dan selalu mencetak dua gol dalam dua laga terakhirnya. Chelsea selalu mencetak minimal dua gol dalam empat laga terakhirnya di Liga Europa. Chelsea memenangi keempat laga kandang yang sudah mereka mainkan di Liga Europa musim ini: 1-0 vs Vidi, 3-1 vs BATE Borisov, 4-0 vs PAOK Thessaloniki, 3-0 vs Malmo.

Chelsea diprediksi bisa merebut kemenangan dengan skor akhir 2-0 atas Dynamo Kiev. Akan tetapi Chelsea tak bisa meremehkan lawannya agar bisa memperbesar peluang menang pada laga kali ini.

Neymar Ngamuk Di Medsos Karena Kekalahan PSG


Neymar Ngamuk Di Medsos Karena Kekalahan PSG - Bintang PSG, Neymar, tak bisa menyembunyikan perasaan kesalnya kepada wasit yang menghadiahkan penalti kepada Manchester United. Pemain asal Brasil tersebut lalu melampiaskan amarahnya melalui media sosial miliknya. (judi bola online)

Neymar tak bisa memperkuat timnya menghadapi Manchester United dalam laga leg kedua 16 besar Liga Champions yang berlangsung hari Kamis (7/3) tadi. Ia terpaksa absen lantaran mengalami cedera yang membuatnya harus menepi sementara waktu.

Absennya Neymar tak menjadi masalah pada leg pertama, di mana PSG berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0. Sayangnya, klub asuhan Thomas Tuchel itu gagal melaju ke perempat final setelah kalah 1-3 di pertemuan kedua.

Insiden Penalti MU

Yang menarik dari pertandingan kali ini adalah keputusan wasit memberikan hadiah penalti kepada Manchester United di masa injury time. Melalui tayangan VAR, Presnel Kimpembe terlihat menghalangi lajur tendangan Diogo Dalot dengan tangannya.

Marcus Rashford yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menunaikan tugasnya dengan sangat baik. Gol dari titik putih itu lalu membuat skor menjadi 3-1, dan Manchester United dipastikan lolos ke perempat final karena unggul gol tandang.

Kejadian penalti di menit-menit akhir membuat Neymar, yang menyaksikan pertandingan dari bangku penonton, merasa kesal. Melalui media sosial Instagram miliknya, ia melampiaskan amarahnya kepada wasit dan menganggap penalti itu sejatinya tak pernah ada.

Kritikan Pada Wasit

"Itu memalukan!" tulis Neymar di Instagram Stories beserta cuplikan gambar tayangan ulang VAR, seperti yang dikutip dari Goal.

"Dan UEFA masih memilih empat orang yang tak tahu apa-apa soal sepak bola untuk meninjau ulang keputusan VAR melalui gerakan lambat... handsball itu tidak pernah ada!" lanjutnya.

"Bagaimana bisa anda melakukan handball yang datang dari belakang anda? Ahh.. urus saja dirimu sendiri!" tutupnya.

Ini adalah kali kedua PSG tersingkir dari ajang Liga Champions tanpa kehadiran Neymar di lapangan. Situasi yang sama pernah terjadi di babak 16 besar musim lalu, di mana PSG disingkirkan oleh Real Madrid sementara Neymar harus menepi juga karena cedera.

Kekalahan ini mengandaskan harapan PSG untuk bisa lolos ke babak final ajang Liga Champions musim ini.

Rabu, 06 Maret 2019

Mourinho Punya Saran Untuk Klopp Agar Jadi Juara


Mourinho Punya Saran Untuk Klopp Agar Jadi Juara - Mantan pelatih Manchester United, Jose Mourinho, punya satu saran yang bisa diterapkan oleh Jurgen Klopp jika ingin Liverpool menjadi juara Premier League. Katanya, pelatih asal Jerman tersebut harus jujur kepada para pemainnya. (agen bola terpercaya)

Liverpool merupakan salah satu kandidat juara Premier League musim ini. Hingga sekarang, Mohamed Salah dkk baru merasakan satu kali kekalahan. Namun belakangan ini, performanya sedang menunjukkan penurunan.

Memang, lima pertandingan terakhir berhasil dilewati tanpa menelan kekalahan sama sekali. Namun fakta lainnya adalah The Reds hanya mampu meraih dua kemenangan saja. Catatan tersebut dianggap publik sebagai sebuah penurunan performa.

Peluang Juara Belum Tertutup

Laga terakhir Liverpool, yakni melawan Everton, pada akhir pekan lalu berakhir dengan kedudukan imbang 0-0. Alhasil, posisinya di puncak klasemen pun berhasil dikudeta oleh Manchester City, dan kini tengah tertinggal satu poin dari skuat asuhan Josep Guardiola tersebut.

Dengan penurunan itu, publik pun semakin ragu bisa melihat The Reds bisa meraih gelar di akhir musim. Tapi tidak dengan Mourinho, yang meyakini bahwa peluang Liverpool untuk keluar sebagai juara Premier League belum tertutup rapat.

"Dia akan membuat apa yang juga kami percaya, bahwa Premier League masih terbuka. Belum sepenuhnya tertutup. City belum menjadi juara," tutur Mourinho kepada beIN Sports.

"Tapi ini bukan soal mencoba membuat mereka [pemain Liverpool] percaya akan hal itu. Ini tentang mencoba mempersiapkan mereka," lanjutnya.

Jujur Pada Para Pemain

Tapi, kata Mourinho, Liverpool saat ini tidak berada dalam kondisi terbaiknya. Oleh karena itu, demi meningkatkan semangat moril anak asuhnya, pria asal Portugal itu menyarankan Klopp untuk terbuka dan berkata jujur kepada para pemain The Reds.

"Saya pikir cara terbaik untuk mempersiapkan diri adalah menjadi jujur sesekali. Bukan bermaksud untuk menjual mimpi," lanjutnya.

"Tapi lebih berkata 'kami tidak berada dalam momen terbaik saat ini'. Mereka tidak berada dalam momen terbaiknya. Salah pastinya akan mencetak gol dengan peluang-peluang itu," tandasnya.

Harapannya, dengan kejujuran, Liverpool bisa kembali menemukan performa terbaiknya saat bertemu Burnley hari Minggu (10/3) nanti. Laga tersebut merupakan kesempatan terbaik, sebab The Reds akan tampil di markas kebanggaannya, Anfield.

Mane Tak Sabar Untuk Angkat Trofi Ajang Premier League


Mane Tak Sabar Untuk Angkat Trofi Ajang Premier League - Harapan untuk menjadi juara Premier League masih terlihat membara di mata penggawa andalan Liverpool, Sadio Mane. Dengan percaya diri, ia berkata bahwa dirinya sudah tak sabar ingin mengangkat trofi bergengsi tersebut sesegera mungkin. (judi bola online)

Liverpool memang dikenal sebagai salah satu klub raksasa Premier League. Namun fakta yang menyedihkan adalah mereka terakhir kali memenangkan kompetisi tersebut pada musim 1989/1990 lalu. Pada saat itu, namanya bahkan belum berganti menjadi Premier League.

Kans untuk menjadi juara pada musim ini sempat terlihat begitu besar, dimulai dari awal musim hingga bulan Januari lalu. Namun belakangan ini, performanya menunjukkan penurunan dan harus merelakan posisi puncak klasemen kepada Manchester City.

Ingin Segera Menjuarai Ajang Premier League

Dengan cepat, publik mulai meragukan kemungkinan Liverpool keluar sebagai juara pada musim ini. Tapi tidak dengan Sadio Mane. Pemain asal Senegal itu cukup yakin bahwa timnya akan mengangkat trofi tersebut di bulan Mei nanti.

"Saya tak sabar ingin mengangkat trofi bersama Liverpool. Saya paham fans sangat menginginkan kami menjadi juara Premier League. Itu akan menjadi momen yang luar biasa untuk klub," tutur Sadio Mane seperti yang dikutip dari World Soccer.

"Sudah terlalu lama untuk sebuah tim seukuruan Liverpool. Kami percaya sedang menuju arah yang tepat, tapi pastinya ada beberapa rival yang sangat tangguh. City luar biasa pada musim lalu dan kini sangat kuat lagi, tapi mengapa tidak?" lanjutnya.

Musim Masih Sangat Panjang

Walaupun demikian, Mane tidak menampik bahwa timnya seharusnya bisa memproduksi hasil yang lebih baik dari sekarang. Namun pemain berumur 26 tahun tersebut percaya The Reds bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya pada laga-laga berikutnya.

"Hasilnya sudah terlihat, tapi kami tahu bisa melakukan yang lebih baik lagi. Dalam banyak hal, ini bagus untuk klub. Kami sangat kompetitif tapi tahu bahwa masih banyak lagi yang akan datang, pastinya," lanjutnya.

"Musim masih panjang, jadi kami cukup tenang soal itu. Tim sudah lebih kuat dan kami telah menunjukkan performa yang sangat dewasa. Kami bekerja setiap hari dengan kemampuan terbaik dan harapannya kami mencapai puncak perfoma saat itu sangat dibutuhkan," tandasnya.

Liverpool akan kembali tampil dalam laga lanjutan Premier League pada hari Minggu (10/3) mendatang dengan Burnley sebagai lawannya. Pertandingan itu sendiri akan berlangsung di markas kebanggaan The Reds, yakni Anfield.