Senin, 25 Februari 2019

Manajemen Chelsea Didesak Untuk Putuskan Masa Depan Chelsea


Manajemen Chelsea Didesak Untuk Putuskan Masa Depan Chelsea - Legenda sepakbola Jerman, Michael Ballack kabarnya mendesak pihak manajemen Chelsea agar segera memberikan klarifikasi terkait dengan masa depan dari Maurizio Sarri. (judi bola online)

Manajer yang berasal dari Italia itu belakangan ini mendapat begitu banyak tekanan karena performa Chelsea yang tidak stabil. Masa depannya di Stamford Bridge pun saat ini disebut menjadi tak jelas karena hal itu.

Sekarang ini situasi juga jadi semakin runyam di Chelsea. Sebab Maurizio Sarri disebut kehilangan kendali atas skuat The Blues.

Hal ini tak lepas dari sikap Kepa Arrizabalaga yang menolak untuk ditarik keluar oleh Sarri di laga lawan Manchester City. Keputusan pemain asal Spanyol itu pun sampai membuat eks bos Napoli tersebut emosi berat di pinggir lapangan.

Akan Segera Dijelaskan Ke Publik

Sarri sebelumnya sudah menyatakan bahwa yang terjadi antara dirinya dengan Kepa cuma salah paham saja. Hal yang sama juga ditegaskan oleh kiper termahal di dunia tersebut.

Meski demikian Ballack mendesak manajemen klub agar segera memperjelas posisi Sarri di Stamford Bridge. Jika tidak suasanya bisa jadi makin keruh.

"Ini bukan situasi yang baik, tetapi mereka harus mengatasinya dengan klub. Dewan harus mengatakan sesuatu karena sangat penting bahwa para pemain menghormati pelatih, saling menghormati karena sesuatu harusnya tidak boleh terjadi seperti itu," tegasnya pada talkSPORT.

Puji Permainan Dari Chelsea

Di laga final Carabao Cup itu, Chelsea tampil bagus dibanding di pertemuan sebelumnya. Ballack pun menyadarinya dan ia menyebut The Blues sebenarnya layak juga untuk meraih trofi juara.

"Ini memalukan karena mereka memainkan pertandingan bagus melawan tim yang sangat kuat di final, situasi khusus," ujarnya.

"Para pemain bangkit, kesempatan terakhir untuk memenangkan trofi untuk Chelsea di piala domestik [musim ini]."

"Mereka bermain bagus, mereka fokus dan mengikuti instruksi dari pelatih dan sepertinya rencana berjalan dengan baik sampai akhir. Mereka pantas mendapatkan sesuatu," klaimnya.

Chelsea di musim ini masih berusaha keras untuk bisa kembali mengisi posisi empat besar papan klasemen sementara ajang Premier League dan ikut berlaga di ajang Liga Champions musim yang akan datang.

Minggu, 24 Februari 2019

Liverpool Harus Merasa Khawatir Walau Kembali Ke Puncak


Liverpool Harus Merasa Khawatir Walau Kembali Ke Puncak - Legenda Manchester United, Paul Scholes menyebut Liverpool harusnya merasa khawatir dengan kans mereka jadi juara Premier League meski berhasil balik ke puncak klasemen. (agen bola terpercaya)

Sebelum hari Minggu (24/02) kemarin, Liverpool mengoleksi 65 poin dari 26 pertandingan. Mereka nangkring di posisi kedua klasemen.

Sementara itu Manchester City ada di posisi pertama. Sergio Aguero cs ada di posisi pertama dengan raihan 65 poin dari 27 laga.

Liverpool akhirnya menjalani laga pekan ke-27 melawan Setan Merah di Old Trafford. The Reds harusnya bisa menang di laga itu karena sang lawan kehilangan tiga pemain pilarnya dan tak tampil terlalu maksimal.

Namun pada akhirnya Liverpool hanya bisa bermain imbang 0-0. Dengan demikian poin The Reds di klasemen hanya bertambah satu, namun itu sudah cukup membuat mereka menguasai lagi posisi puncak klasemen.

Kenapa Harus Merasa Khawatir

Ada anggapan bahwa menurunnya performa Liverpool saat lawan United, dan di beberapa laga sebelumnya, adalah karena mereka mulai merasakan tekanan berat untuk bisa meraih gelar juara yang sudah nyaris tiga dekade tak diraih The Reds. Scholes pernah dan sering merasakan tekanan seperti itu.

Ia menyebut hal itu membuat Manchester City sekarang berada dalam posisi yang lebih diuntungkan. Ia pun menyebut Liverpool harusnya mulai merasa khawatir dengan peluang mereka meraih gelar juara musim ini.

"Saya pikir itu bisa menjadi keuntungan bagi City atas Liverpool karena dengan Liverpool Anda berbicara 20 tahun lebih tanpa memenangkan liga," ucapnya pada Premier League Production.

“Ada saat-saat ketika kami [United] memenangkan liga beberapa kali dan kemudian ada satu tahun ketika kami memiliki keunggulan yang bagus dan gagal juara, beberapa kali itu terjadi, tetapi kami telah berada di sana sebelumnya dan itu tidak benar-benar mempengaruhi hal-hal itu," tuturnya.

“Saya hanya memikirkan waktunya sekarang - Liverpool meraih hasil imbang empat kali dari lima pertandingan - saya pikir City mulai menemukan bentuk permainannya yang asli. Jika saya Liverpool sekarang, saya akan khawatir," cetus Scholes.

Masalah Jadwal Pertandingan

City saat ini masih bermain di tiga ajang kompetisi, sementara Liverpool dua. Namun jadwal The Citizens dianggap lebih bersahabat ketimbang The Reds.

Scholes pun meyakini bahwa pad satu titik jelang akhir musim nanti, City mungkin akan bisa memperlebar keunggulan jaraknya dari Liverpool.

“Begitu Anda memasuki Februari, awal Maret, saat itulah Anda mulai berpikir tentang siapa tim yang Anda dapatkan dalam beberapa pertandingan berikutnya," ujarnya.

“City akan melihat itu dan berpikir ada empat atau lima pertandingan yang akan mereka menangi. Mereka akan berpikir mereka bisa memiliki sedikit keunggulan dalam lima atau enam pertandingan," tandasnya.

Kompany Ingin Ikuti Kepa Yang Menolak Ditarik


Kompany Ingin Ikuti Kepa Yang Menolak Ditarik - Sikap yang ditunjukkan oleh penjaga gawang Chelsea, Kepa Arrizabalaga, dalam laga final Carabao Cup melawan Manchester City mengundang perhatian begitu banyak kalangan, termasuk dari Vincent Kompany. Pemain The Citizens itu kabarnya mengaku juga tertarik untuk mengikutinya andai ia bisa. (judi bola online)

Pada masa injury time, Maurizio Sarri berniat untuk memasukkan Willy Caballero setelah melihat Kepa mengalami kesakitan di lapangan. Tapi, kiper asal Spanyol itu secara tegas menolak keputusan pelatih dan memilih meneruskan permainan.

Kepa lalu melanjutkan permainan hingga ke babak adu penalti, dan sempat melakukan penyelamatan terhadap eksekusi Leroy Sane. Sayangnya, aksi heroiknya tersebut tak mampu menolong The Blues terhindar dari kekalahan.

Tertarik Ikuti Kepa

Begitu pertandingan usai, beragam respon pun bermunculan. Salah satunya ialah datang dari mantan pemain The Blues, Chris Sutton, yang menganggap bahwa pihak manajemen Chelsea sudah seharusnya memecat mantan pemain Athletic Bilbao tersebut.

Vincent Kompany, pemain bek Manchester City, menanggapi sikap Kepa dengan cara jenaka. Ia mengatakan bahwa dirinya tertarik untuk mengikutinya saat ia ingin ditarik keluar lapangan oleh sang pelatih, Josep Guardiola.

"Tentu saja saya tak pernah melihat yang seperti itu," tutur Kompany kepada Sky Sports. "Saya berharap bisa melakukannya mulai dari sekarang hingga nanti saat tak ingin ditarik keluar," sambungnya.

Bahaya Dari Willy Caballero

Willy Caballero batal masuk ke lapangan, dan sepertinya keputusan itu bisa disyukuri oleh Kompany. Saat masih membela Manchester City, tepatnya dalam laga final Carabao Cup 2016 kontra Liverpool, ia menjadi penyelamat pada babak adu penalti.

"Saya tahu seberapa bagus Willy dalam adu penalti. Saat kami menang di kompetisi ini melawan Liverpool, dia luar biasa. Dia memenangkan penalti demi kami," tambahnya.

"Itu akan menjadi sebuah permainan pikiran yang harus dilakoni. Itu tak terjadi dan kepercayaan diri muncul untuk mencetak penalti," tutupnya.

Dalam laga tersebut, Willy Caballero berhasil menyelamatkan tiga dari empat eksekusi penalti Liverpool, membuat Manchester City menang dengan skor 3-1. Banyak pihak yang menyebutkan bahwa Chelsea sebenarnya bisa merebut kemenangan jika Willy Caballero menggantikan posisi Kepa pada laga tersebut.

Inter Batal Jual Perisic Ke Arsenal


Inter Batal Jual Perisic Ke Arsenal - Sebuah kabar buruk datang bagi Arsenal. Target transfer mereka, Ivan Perisic dikabarkan tidak diijinkan pergi oleh Inter Milan di musim panas nanti. (agen bola terpercaya)

Pada bulan Januari kemarin, Perisic membuat sebuah keputusan yang mengejutkan. Ia mengajukan transfer request kepada manajemen Inter Milan setelah Arsenal dikabarkan ingin membelinya.

Namun pemain Timnas Kroasia itu batal membela The Gunners. Tim asal London Utara itu memiliki masalah finansial, sehingga mereka harus menunda rencana mereka itu di musim panas nanti.

Namun dilansir Calciomercato, Arsenal tidak akan mudah mendapatkan Perisic. Pasalnya Inter Milan sudah berubah pikiran dan tidak mau melepaskan sang winger.

Situasi Yang Tak Ideal

Menurut laporan tersebut, Inter pada awalnya siap berpisah dengan Perisic, namun karena situasi internal mereka, manajemen Inter harus mencabut keputusan mereka itu.

Seperti yang sudah diketahui, Inter Milan terancam akan kehilangan Mauro Icardi di musim panas nanti. Sang striker kabarnya naik pitam setelah ia ditetapkan tidak lagi menjadi kapten Inter Milan.

Dengan kepergian Icardi, manajemen Inter membutuhkan sosok lain untuk menjadi pemimpin Nerrazurri. Mereka memandang Perisic bisa menjadi pemimpin baru bagi mereka, sehingga mereka tidak berminat menjual sang pemain.

Siap Untuk Bertahan

Menurut laporan yang beredar di Italia, kepergian Icardi itu juga membuat Perisic tidak berminat lagi untuk pergi dari Inter Milan.

Sebelumnya beredar kabar bahwa ada perselisihan di antara pemain Inter MIlan. Para pemain Inter merasa kesal dengan komentar agen Icardi, Wanda Nara yang menyebut para gelandang serang Nerrazurri tidak becus dalam memberikan assist kepada sang klien, sehingga ia tidak mencetak banyak gol di musim ini.

Menurut laporan tersebut, ada nama Marcelo Brozovic dan Perisic yang naik pitam dengan komentar tersebut, sehingga dengan kepergian Icardi, mereka merasa lebih baik di Inter. Perisic kabarnya akan dilego dengan mahar transfer sebesar 45 juta Euro.

Arsenal sendiri kini tengah mencari pemain baru untuk menggantikan Aaron Ramsey yang dipastikan akan hengkang ke Juventus di musim panas yang akan datang. Namun, mereka belum bisa menemukan sosok pemain yang pas untuk mengisi posisi Ramsey nantinya.

Ferdinand Beri Pujian Pada Lindelof


Ferdinand Beri Pujian Pada Lindelof - Sebuah pujian kabarnya diberikan oleh Rio Ferdinand kepada Victor Lindelof. Pemain bek Legendaris MU itu menilai bahwa sang junior sudah berkembang dengan pesat musim ini. (judi bola online)

Lindelof merupakan pembelian Jose Mourinho musim lalu. Ia dibeli dari Benfica dengan mahar transfer sebesar 35 juta pounds.

Di musim perdananya, Lindelof banyak menempati bangku cadangan. Namun musim ini, ia banyak dipercaya menjadi starter di tim utama MU, di mana banyak yang menilai pertahanan MU saat ini semakin solid setelah bek Timnas Swedia itu menjadi starter reguler.

Ferdinand juga mengaku terkesan dengan performa yang ditunjukkan sang bek belakangan ini. "Yeah, pertahanan tim ini sudah semakin kuat dan dia [Lindelof] berkontribusi banyak akan hal itu," buka Ferdinand kepada MUTV.

Dapatkan Kepastian Bermain Reguler

Ferdinand menyebut bahwa ada satu faktor yang membuat Lindelof mampu berkembang dengan pesat di jantung pertahanan MU.

Ia menilai sang bek sudah mendapatkan garansi untuk bermain sebagai pemain reguler dan itu membuat sang bek lebih termotivasi di MU.

"Saya rasa dia berkembang dengan pesat karena saat masih ditangani manajer lama, ia tidak mendapatkan kepastian jika ia akan menjadi bek utama tim ini, namun sekarang situasinya benar-benar berbeda."

Bantuan Dari Solskjaer

Ferdinand juga menilai Solskjaer juga memainkan peran yang sangat penting untuk mengeluarkan kemampuan terbaik eks Benfica tersebut.

"Dia memang sudah berubah dan saya rasa hal itu juga dipengaruhi oleh Ole. Dia [Solskjaer] berasa dari Norwegia dan ia berbicara dengan bahasa yang mirip dengan Lindelof, sehingga Lindelof lebih memahaminya dan saya yakin Ole akan membimbingnya ke arah yang benar."

"Anda bisa melihat betapa bagusnya performanya saat ini. Sebuah tanda jika seorang manajer adalah manajer yang baik adalah bagaimana ia mengeluarkan kemampuan terbaik para pemainnya, dan Ole sudah melakukan itu dengan level yang sangat luar biasa saat ini." tandasnya.

Lindelof kemungkinan besar akan kembali diandalkan Solskjaer pada pertandingan melawan Liverpool nanti malam. Ia harus bisa menunjukkan penampilan yang apik agar bisa mengalahkan tim asuhan Jurgen Klopp pada pertandingan yang berlangsung di akhir pekan ini.