Senin, 04 Maret 2019

Ferdinand Bujuk Foden Tinggalkan City


Ferdinand Bujuk Foden Tinggalkan City - Mantan pemain Manchester United, Rio Ferdinand, beranggapan bahwa Manchester City merupakan tim yang tidak ramah pemain muda. Maka dari itu, demi masa depannya, ia berharap Phil Foden bisa turut angkat kaki dari Etihad Stadium sedini mungkin. (agen bola terpercaya)

Sejauh ini, Foden telah diberikan kesempatan unjuk gigi oleh sang pelatih, Josep Guardiola, di empat komeptisi yang berbeda. Selain itu, pemain berumur 18 tahun tersebut juga telah mengantongi lima gol.

Torehan itu terbilang cukup apik, meningat usia Foden yang masih sangat belia. Namun tak ada jaminan pasti sang pemain bisa bermain secara reguler di Manchester City. Apalagi skuat The Citizens dipenuhi pemain bintang seperti David Silva hingga Ilkay Gundogan.

Ikuti Jejak Dari Jadon Sancho

Ferdinand lalu menyuarakan rasa khawatirnya terhadap masa depan produk binaan tim akademi Manchester City tersebut. Menurutnya, Foden harus angkat kaki dari Etihad Stadium dan mengikuti langkah bekas rekan setimnya, Jadon Sancho.

"Dia punya potensi yang besar, tapi pada akhirnya dia butuh waktu bermain. Dia takkan mendapatkan itu di Manchester City. Jadon Sancho tak mendapatkannya, itulah kenapa ia pergi," tutur Ferdinand kepada talkSPORT.

"Dia ingin bermain secara reguler dan memilih pergi ke Borussia Dortmund. Jujur saja, dia sepenuhnya benar atas keputusan itu - dia sekarang seorang pemain berharga 100 juta pounds sekarang," lanjutnya.

Sebagai informasi, Jadon Sancho juga merupakan pemain didikan tim akademi Manchester City. Pada tahun 2017, ia memutuskan hijrah ke Jerman dan kini telah menjadi salah satu penggawa andalan Borussia Dortmund.

Kesempatan Bermain Yang Sangat Minim

Ferdinand tidak melihat ruang untuk perkembangan Foden. Bahkan jika salah satu gelandang Manchester City cedera, Foden tetap saja akan kesulitan mendapatkan kesempatan untuk unjuk gigi lantaran kedalaman skuat The Citizens yang terbilang cukup apik.

"Bila ada pemain yang cedera di lini tengah dan mereka menghadapi laga besar, saya tidak melihatnya akan mengisi kekosongan itu. Sebagai contoh, bila David Silva tak bisa bermain maka Gundogan akan bermain di sana, Bernardo Silva akan menggantikannya" tambahnya.

"Foden pastinya akan berkembang dalam sesi latihan dengan kualitas skuat seperti itu, tapi akan ada masa di mana ia berpikir soal dirinya sendiri," tandasnya.

Performa terbaik dan terbaru dari Foden tersaji saat Manchester City menghadapi Newport di ajang FA Cup pertengahan bulan Februari lalu. Saat itu, ia tampil selama 90 menit penuh dan sukses mencetak dua gol sekaligus.

Doa Yang Berbahaya Dari Pele Bagi Liverpool


Doa Yang Berbahaya Dari Pele Bagi Liverpool - Pele menyatakan dukungannya terhadap Liverpool untuk menjadi juara Premier League musim ini. Namun masalahnya, legenda sepak bola asal Brasil tersebut dikenal memiliki banyak klaim yang justru terjadi sebaliknya di dunia nyata. (judi bola online)

Liverpool, saat ini, sedang bersaing ketat dengan Manchester City dalam perburuan gelar Premier League musim ini. Skuat besutan Jurgen Klopp tersebut kini menempati posisi dua dan hanya tertinggal satu poin dari The Citizens yang menghuni peringkat satu.

Belakangan, performa The Reds menunjukkan penurunan secara perlahan. Dalam lima pertandigan terakhirnya di Premier League, Mohamed Salah dkk memang tak merasakan kekalahan. Namun mereka juga hanya mampu meraih dua kemenangan saja.

Dukungan Langsung Dari Pele

Situasi tersebut membuat Liverpool kini dalam posisi yang terancam. Salah sedikit saja, mereka bakal tersingkir dari perburuan gelar dan membiarkan Manchester City meraih trofi di sisa-sisa pertandingan. Maka dari itu, mereka wajib meraup poin sebanyak-banyaknya.

Pele pun tahu perjuangan Liverpool seperti apa. Maka dari itu, ia mendoakan mereka keluar sebagai juara. Doa itu ia cantumkan saat memberikan ucapan kepada legenda The Reds, Kenny Dalglish, melalui akun media sosial Twitter miliknya.

"Selamat ulang tahun pahlawan Liverpool, Kenny Dalglish. Saya dukung @LFC memenangkan Premier League sejak awal. Saya masih berpikir mereka bisa melakukannya," tulis Pele pada hari Senin (4/3) kemarin, lengkap dengan foto dirinya bersama Dalglish.

Ucapan tersebut mungkin diselipkan dengan niat yang tulus. Namun penggemar Liverpool patut waspada, sebab track record Pele tiap kali membuat klaim soal peluang juara suatu tim berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di dunia nyata.

Prediksi Yang Selalu Meleset

Suatu ketika, Pele pernah memprediksikan Timnas China bisa lolos dari fase grup Piala Dunia tahun 2002 silam. Namun yang terjadi justru sebaliknya, Timnas China harus tersingkir lantaran menduduki posisi juru kunci tanpa meraih poin sama sekali.

Salah prediksi pernah diutarakan oleh Pele pada tahun 1994. Kala itu, ia meyakini bahwa Timnas Kolombia akan menjadi juara Piala Dunia 1994 yang dilangsungkan di Amerika Serikat. Kejadian naas lalu menyertai tersingkirnya timnas tersebut.

Timnas Kolombia dipastikan tersingkir dengan status juru kunci grup pada saat itu. Seolah belum cukup, kejadian tragis menimpa salah satu beknya, Andres Escobar. Ia harus merenggang nyawa usai ditembak oleh salah seorang oknum fans yang marah dengan torehan Kolombia.

Yang paling populer adalah prediksinya soal Timnas Brasil di Piala Dunia 2002 lalu. Pele berujar bahwa Brasil tidak akan lolos dari fase grup, alih-alih menjadi juara. Namun nyatanya, Selecao justru mengangkat piala usai mengalahkan Jerman di babak final.

Sebenarnya, masih ada banyak kesalahan prediksi yang pernah terlontar dari mulut Pele. Goal International pernah merangkum 10 kesalahan prediksi yang dilakukan oleh sosok legendaris tersebut.

Minggu, 03 Maret 2019

Mourinho Ikut Gembira karena Chelsea Sedang Impresif


Mourinho Ikut Gembira karena Chelsea Sedang Impresif - Performa yang menanjak dari Chelsea membuat sang mantan pelatih, Jose Mourinho, turut tenggelam dalam kegembiraan. Sebab dengan begitu, Maurizio Sarri selaku pelatih The Blues saat ini bisa meneruskan pembangunan klub. (agen bola terpercaya)

Nama Sarri belakangan ini sering diisukan akan dipecat menyusul serangkaian buruk beberapa waktu lalu. Salah satunya adalah saat mereka dipermalukan oleh klub raksasa Inggris lainnya, Manchester City, dengan skor telak 6-0.

Belum lagi masalahnya dengan sang kiper, Kepa Arrizabalaga, yang sempat terlihat dalam laga kontra Manchester City di final Carabao Cup. Peningkatan performa dari kekalahan memalukan tersebut tertutupi, dan media lebih banyak fokus ke masalah antara Sarri dan Kepa.

Mourinho Merasa Ikut Senang

Sarri terus dihujani kritikan hingga akhirnya Chelsea menang atas Tottenham beberapa hari setelah insiden dengan Kepa terjadi. Bahkan Kepa sendiri sudah kembali dimainkan dan juga tampil apik kala menghadapi Fulham baru-baru ini.

Dua torehan apik tersebut tak lepas dari perhatian Mourinho, yang saat ini sedang bekerja sebagai pandit pasca dilepas Manchester United pada bulan Desember lalu. Ia mengaku senang torehan apik The Blues belakangan ini.

"Setelah apa yang terjadi pada final dengan Maurizio Sarri dan Kepa, semuanya dengan cepat meyakini bahwa sang pelatih akan dipecat," tutur Mourinho seperti yang dikutip dari Football.london.

"Saya sangat senang mereka mengalahkan Tottenham, sebab cara terbaik untuk menyiramkan air ke api ialah dengan memenangkan pertandingan. Jadi mereka menang dan telah mendapatkan stabilitas sekarang," lanjutnya.

Masalah Hubungan Dengan Para Fans

Saat Chelsea sedang terpuruk, hubungan tim dengan fans juga turut memburuk. Beberapa kali terlihat dalam sebuah video bagaimana para penggemar The Blues menyuarakan kekesalannya terhadap 'Sarri-ball' dan aktor dibaliknya, yakni Jorginho.

Mourinho tampaknya maklum dengan hal itu. Dalam pandangannya, sepak bola modern saat ini seolah telah menjauhkan klub dengan para fansnya.

"Tendensi normalnya adalah membuat stabilitasnya berkurang dan lebih banyak perubahan.Ada degradasi yang cepat dalam hubungan yang sekarang," tandasnya.

Chelsea sendiri kini diprediksi kuat akan bisa finis di posisi empat besar karena penampilan mereka yang semakin baik di setiap laga yang diikuti.

Klopp Sebut Liverpool Bukan Lagi Anak Kecil


Klopp Sebut Liverpool Bukan Lagi Anak Kecil - Bos Liverpool, Jurgen Klopp tampak tidak terlalu puas dengan hasil imbang yang diraih timnya ketika melawat ke markas Everton pada pekan ke-19 Premier League 2018/19, Minggu (3/3) malam WIB kemarin. Laga bertajuk Derby Merseyside itu berakhir imbang tanpa gol. (judi bola online)

Alhasil, Liverpool harus merelakan posisi mereka di puncak klasemen direbut oleh Man City. Kini, The Reds merosot ke peringkat kedua dengan 70 poin, Man City di peringkat pertama dengan 71 poin.

Hasil imbang ini jelas merupakan hasil buruk bagi Liverpool. Mereka harus terus menang jika ingin menjadi juara, tapi nyatanya sekarang mereka merosot ke peringkat kedua. Terlebih, menyalip Man City bukan tugas mudah.

Kendati demikian, Klopp tidak mau mengingatkan skuat Liverpool untuk tidak panik.

Bukan Lagi Anak Kecil

Ketika ditanya apakah dia perlu mengingatkan skuat Liverpool untuk tidak panik, Klopp merasa hal itu tidak perlu lagi dikatakan. Semua pemain Liverpool sudah menyadari betapa pentingnya fokus dan ketenangan pada balapan seperti ini, mereka bukanlah anak kecil lagi.

"Saya pikir saya tidak perlu memberikan saran apa pun pada para pemain saya karena mereka sudah memahaminya. Dengar, kami bukan anak kecil lagi, kami bahkan tidak terkejut ketika kami memainkan sepak bola apik dan kami berada di papan atas klasemen," tegas Klopp di Liverpoolfc.

"Namun, jika anda berada di sana [puncak klasemen], anda harus siap menghadapi hal-hal berbeda yang akan terjadi. Terkadang anda memimpin dan semua orang berkata 'sudah selesai' bahkan 20 pertandingan sebelum akhir musim."

Masih Terus Bertarung

Lebih lanjut, Klopp tidak mau terlalu memedulikan perolehan poin di klasemen sementara saat ini. Yang terpenting adalah Liverpool masih bersaing di puncak klasemen dan mereka hanya perlu terus melakukan yang terbaik.

"Tetap tenang dalam situasi seperti ini sangat mudah. Lalu anda akan mendapatkan tambahan satu atau dua poin. Itu tidak terlalu penting. Pada awal Maret, siapa yang peduli?"

"Yang penting kami masih bertarung, kami berjuang, itu merupakan kabar bagus. Saya semakin merasa bahwa kami sudah siap menghadapinya sebab laga ini [vs Everton] sangat sulit bagi kami," pungkasnya.

Lindelof Tak Merasa Dendam Pada Mourinho


Lindelof Tak Merasa Dendam Pada Mourinho - Bek Manchester United, Victor Lindelof kerap mendapat kritik dari Jose Mourinho karena tampil inkonsisten. Meskipun begitu, ia tidak menaruh dendam kepada mantan manajernya itu. (agen bola terpercaya)

Lindelof didatangkan ke Old Trafford oleh Mourinho dari Benfica pada tahun 2017. Namun, pemain Swedia itu kesulitan menembus skuat utama pada awal kariernya di Inggris.

Mourinho bahkan tidak segan mengkritik Lindelof secara terbuka. Manajer asal Portugal itu tidak puas dengan penampilan pemain berusia 24 tahun itu.

Akibatnya, Mourinho meminta manajer Setan Merah untuk membelikannya bek baru pada bursa transfer musim panas kemarin. Namun, tidak ada satu pun pemain belakang yang datang.

Tidak Merasa Dendam

Akan tetapi, kritik Mourinho iu tidak lantas membuat Lindelof sakit hati. Lindelof bahkan berterima kasih kepada Mourinho yang telah membawanya ke United.

"Saya tidak bisa mengatakan hal buruk tentang Mourinho. Dia yang membeli saya. Ketika dia ingin membeli bek lain, saya tidak masalah. Saya menyukai persaingan. Anda tidak akan berkembang tanpa adanya persaingan," ujar Lindelof kepada Daily Mail.

"Saya beruntung memiliki mental yang kuat dan bisa membungkam semuanya. Anda ingin segalanya berjalan baik di klub baru, namun hidup itu tidak mudah. Jika bermain buruk, Anda harus bekerja lebih keras lagi," lanjut Lindelof.

Bisa Membuktikan Diri

Penampilan Lindelof sudah terlihat membaik pada musim keduanya bersama United. Bahkan, Lindelof kini menjadi pemain reguler di lini belakang Setan Merah.

"Ketika dia datang saya hanya ingin menunjukkan kemampuan saya kepadanya dan mungkin saya sudah melakukannya. Dia memilih saya dan sekarang saya menemukan ritme permainan. Saya sudah menunggu ini," lanjut Lindelof.

"Saat bermain buruk dan kebobolan, para bek menjadi sasaran kritik. Ada yang menyukai Anda, namun ada juga yang tidak. Saya tidak terpengaruh saat ada orang yang membicarakan saya.

"Tidak ada yang bisa mengkritik saya lebih keras daripada saya sendiri. Orang lain bebas berbicara dan itu tidak masalah. Namun, saya senang pada akhirnya bisa mengubah persepsi orang lain."

United masih belum tersentuh kekalahan di Premier League sejak Solskjaer diangkat menjadi manajer. Lindelof merasa saat ini United sudah kembali disegani.

"Saya mengerti apa yang Anda maksud, seperti yang terlihat sebelumnya. Ketika tim datang ke Old Trafford, kami harus mendominasi," kata Lindelof.

"Kami adalah Manchester United dan tidak ada yang lebih besar dari kami. Kami harus memiliki mentalitas itu."