Rabu, 06 Februari 2019

Kesalahan Terbesar Klopp Adalah Lepaskan Clyne


Kesalahan Terbesar Klopp Adalah Lepaskan Clyne - Manajer Liverpool, Jurgne Klopp dinilai sudah melakukan kesalahan terbesarnya selama menangani The Reds dengan harus membiarkan Nathaniel Clyne pergi dengan status pemain pinjaman ke Bournemouth pada bulan Januari kemarin. (agen bola terpercaya)

Setelah kepergian Nathaniel Clyne, Liverpool untuk bisa mendapat pukulan telak dengan cedera yang didapat oleh dua pemain yang biasa ditempatkan di sisi kanan lini pertahanan, yakni Trent Alexander-Arnold dan juga Joe Gomez.

Situasi ini juga memaksa Jurgen Klopp melakukan eksperimen dengan cara memasang Jordan Henderson dan juga James Milner di posisi pemain bek kanan. Rupanya hal ini juga membuat Liverpool sudah oleng dan juga kehilangan empat poin dari total dua pertandingan terakhir.

Alarm Bahaya Berbunyi

Mantan pemain yang saat ini menjadi pundit, Chris Sutton juga menyebut bahwa tidak seharusnya Jurgen Klopp juga bersedia meminjamkan Clyne dengan juga tidak adanya pelapis bagi Alexander-Arnold.

"Alarm kekurangan Liverpool soal kedalaman skuat tengah berbunyi. Membiarkan Nathaniel Clyne dipinjamkan dengan tidak adanya kesempatan untuk memanggilnya lagi adalah kesalahan terbesar yang dibuat oleh Jurgen Klopp di Liverpool. Hal itu juga bisa membuat mereka kehilangan gelar," ujar Sutton kepada Daily Mail.

"James Milner melakukan pekerjaan yang saat ini berani di posisi pemain bek kanan tapi Liverpool kehilangan pengaruhnya di lini tengah. Baik Adam Lallana maupun Naby Keita tidak bisa tampil maksimal lawat West Ham United, tapi mereka tidak sendirian. Berapa kali Roberto Firmino harus melakukan salah umpan?" sambungnya.

Pertandingan Yang Vital

Setelah hasil yang mengecewakan saat melawan Leicester City dan juga West Ham United, Sutton juga menyebut pertemuan kontra Bournemouth pada akhir pekan besok menjadi pertandingan yang sangat vital bagi Liverpool di ajang Premier League musim ini.

"[Lawan West Ham] adalah salah satu penampilan terburuk di Liverpool sejauh ini. Mereka juga sangat rentan dalam situasi set-piece dan tak bertaji dalam menyerang," tutur Sutton.

"Laga versus Bournemouth pada Sabtu sungguh vital. Liverpool butuh kemenangan yang meyakinkan. Clyne tak akan bermain karena ia tak bisa tampil melawan klub asalnya. Klopp berharap dia bisa memanggilnya dari bangku penonton," tandasnya.

Fabinho Minta Liverpool Bangkit Saat Hadapi Bournemouth


Fabinho Minta Liverpool Bangkit Saat Hadapi Bournemouth - Gelandang Liverpool, Fabinho meminta rekan-rekannya untuk tidak larut dalam kekecewaan usai ditahan imbang oleh West Ham United. Fabinho meminta rekan-rekannya untuk memberikan respon cepat saat mereka menghadapi Bournemouth pada akhir pekan nanti. (judi bola online)

Liverpool sendiri kembali gagal memetik poin penuh pada pertandingan pekan ke 25 EPL. Mereka harus puas berbagi angka dengan West Ham United, setelah tuan rumah menahan imbang mereka dengan skor 1-1.

Hasil imbang itu bisa dikatakan membahayakan posisi Liverpool. Pasalnya The Reds saat ini hanya unggul 3 poin saja dari Manchester City yang berada di peringkat 2 klasemen sementara EPL.

Fabinho sendiri berharap bahwa timnya bisa segera bangkit dari hasil kurang maksimal ini. "Kami memiliki kepercayaan diri yang bagus, karena kami bermain dengan brillian di bulan Desember. Namun kali ini kami harus terpeleset," buka Fabinho kepada Goal International.

Situasi Yang Sulit

Fabinho sendiri menilai hasil imbang yang diraih timnya di Olympic Stadium kemarin karena mereka kesulitan membongkar permainan West Ham yang sangat defensif.

"Sulit untuk menjelaskan apa yang terjadi di pertandingan itu. Saya rasa hampir semua tim yang menghadapi kami bertahan dengan sangat dalam, dan kami harusnya bisa melakukan sesuatu yang berbeda, namun kami tidak melakukan hal ini karena kami kesulitan mencari ruang."

"Kami cukup sering kesulitan menghadapi tim yang mengandalkan fisik dan juga bertahan dengan sangat dalam. Kami sebenarnya ingin bermain dengan baik, namun sayang itu tidak terjadi. Kami tahu kualitas kami dan kami tahu kami bisa bermain dengan lebih baik."

Harus Segera Bangkit

Fabinho juga menegaskan bahwa timnya harus melakukan segala cara untuk bangkit di pertandingan berikutnya.

"Kami harus berlatih lebih keras, dan secara pribadi saya tidak khawatir akan hasil imbang ini. Namun kami tahu bahwa kami harus memberikan sesuatu yang lebih di pertandingan berikutnya."

"Mengalahkan Bournemouth sangat penting untuk menjaga jarak tiga poin kami di puncak klasemen, dan fokus kami saat ini adalah melawan Bournemouth. Kami akan menghadapi beberapa partai sulit setelah ini, namun kami akan diperkuat mereka yang pulih dari cedera sehingga manajer punya opsi yang lebih banyak untuk dimainkan." tandasnya.

Liverpool berpotensi melebarkan jarang dari Manchester City, karena The Citizens dijadwalkan akan menghadapi Chelsea di akhir pekan nanti.

Selasa, 05 Februari 2019

Klopp Tak Anggap Beruntung Dengan Raih Satu Poin


Klopp Tak Anggap Beruntung Dengan Raih Satu Poin - Manajer Liverpool, Jurgen Klopp tidak merasa bahwa timnya beruntung bisa membawa pulang satu poin dari lawatan ke markas West Ham, London Stadium, dini hari tadi. (agen bola terpercaya)

Liverpool unggul lebih dulu berkat gol Sadio Mane yang kontroversial karena sang pemberi assist, James Milner sudah berada dalam posisi offside. Tak lama berselang, The Hammers sukses menyamakan skor berkat gol Michail Antonio.

Bagi Liverpool, tambahan satu poin membuat mereka kini mengumpulkan 62 poin, hanya unggul tiga angka dari Manchester City yang akan kembali bermain pada tengah pekan ini. Jika City menang, maka Liverpool akan tergusur dari puncak. Sementara bagi West Ham, hasil ini membuat mereka kini duduk di peringkat 12 dengan perolehan poin 32.

Klopp Sudah Anggap Wajar

Seusai laga, manajer West Ham, Manuel Pellegrini menyebut bahwa Liverpool beruntung bisa meraih hasil imbang. Meski tak sepakat dengan Pellegrini, akan tetapi Klopp mengerti alasan sang rival memiliki anggapan demikian.

"Saya rasa tidak [Liverpool beruntung]. Namun saya mengerti mengapa Pellegrini berpikir demikian, karena gol kami offside, saya tak tahu soal itu ketika laga berlangsung dan ketika turun minum, tak seorang pun yang memberitahu hal itu pada saya dan saya tak bertanya," ujar Klopp di laman resmi klub.

"Setelah laga, analis kami langsung memberitahu saya, jadi saya membayangkannya. Mereka mencetak golm kami mencetak gol offside. Namun sebenarnya hanya itulah satu-satunya alasan mengapa ia berkata demikian, dan beberapa skema set piece di mana mereka begitu kuat," tambahnya.

Liverpool memang Sudah Kewalahan

Lebih lanjut, Klopp mengakui jika timnya memang kewalahan menghadapi West Ham yang tampil disiplin di tiap lini. Klopp pun menyatakan bahwa timnya layak meraih satu poin dari laga ini.

"Mereka memiliki beberapa peluang, ketika kami kehilangan bola dan mereka bisa merebutnya dengan bermain mendalam, tapi itu normal. Full-back kami, terutama Robbo [Robertson] beberapa kali mengirim umpan yang tak menemui rekannya yang bebas," tutur Klopp.

"Kami mengakui laga ini memang sulit. Kemarin malam kami berlatih dan setelahnya kami harus mengganti tiga posisi, itu tentu saja tak sempurna. Namun satu poin ini tentu sangat layak kami dapatkan," tegasnya.

Higuain Sebut Premier League Lebih Keras Dari Serie A


Higuain Sebut Premier League Lebih Keras Dari Serie A - Penyerang anyar Chelsea, Gonzalo Higuain, bisa merasakan perbedaan antara Serie A dan Premier League, terutama untuk sektor pertahanannya. Ia merasa para pemain di kompetisi Inggris tersebut lebih keras saat membendung pemain lawan. (judi bola online)

Higuain diresmikan sebagai rekrutan anyar Chelsea pada bulan Januari lalu. Ia didatangkan dari Juventus dengan status pinjaman, plus opsi penambahan masa pinjaman selama satu musim dengan mahar 18 juta euro.

Dengan cepat, striker asal Argentina tersebut langsung memberi dampak untuk Chelsea. Saat bertemu Huddersfield di laga pekan ke-25 Premier League hari Sabtu (2/2) lalu, ia memborong dua gol sekaligus dan mengantar The Blues menang telak 5-0.

Premier League jauh Lebih Keras

Meskipun belum genap sebulan bersama Chelsea, dan baru melalui tiga pertandingan, namun Higuain sudah bisa merasakan perbedaan kompetisi tersebut dengan Serie A. Ia berujar bahwa pemain Premier League lebih ketat dalam melakukan fase bertahan.

"Saya bisa melihat peruabahan dari Liga Italia karena di sini, para pemain akan mengawal anda dengan lebih keras, terutama saat anda mendapatkan bola," tutur Higuain kepada Evening Standard.

"Ini adalah perbedaan yang besar, tapi saya mendapatkan impresi yang bagus dari sepak bola Inggris dan secara bertahap, saya mulai mengenal rekan setim saya," lanjutnya.

Inggris Bisa Lebih Rileks

Higuain mengaku, semasa pertumbuhannya, telah menyaksikan banyak liga yang berbeda-beda. Dari pengalamannya tersebut, ia mengaku jatuh hati dengan Premier League karena cara bermainnya yang dinamis.

"Saat saya tumbuh, saya menyaksikan banyak liga yang berbeda, tapi terutama belakangan ini, anda lebih sering menyaksikan Premier League jadi saya sudah tahu sebelum datang ke sini," tambahnya.

"Saya pikir ini liga yang sangat menarik, dan juga dengan cara mereka bermain di Inggris - dengan lebih dinamis - juga sangat bagus. Stadion penuh, ada atmosfir yang baik, jadi ini adalah suatu hal yang baik untuk para pemain," sambungnya.

"Dan di jalanan, anda bisa berjalan dengan sangat tenang, sangat rileks. Anda tak perlu mengkhawatirkan apapun dan ini penting bagi pemain. Sebab, ini membuat anda hidup seperti orang biasa," tandasnya.

Senin, 04 Februari 2019

Lingard Akui Timnya Kesulitan hadapi Leicester City


Lingard Akui Timnya Kesulitan hadapi Leicester City - Jesse Lingard mengaku bahwa tidak mudah bagi Manchester United untuk bisa meraih kemenangan saat melawan Leicester City. (agen bola terpercaya)

United berhasil meraih kemenangan saat tandang ke King Power Stadium, Minggu (03/02). Mereka menang 1-0 berkat gol Marcus Rashford pada menit ke sembilan.

Kemenangan itu adalah ketujuh United dari delapan pertandingan di Premier League di bawah asuhan Ole Gunnar Solksjaer. Ini adalah hasil yang sangat bagus mengingat bahaya yang bisa dihadirkan oleh Leicester.

Sebelumnya, Leicester cukup doyang menjegal klub-klub besar. Jamie Vardy cs sukses mengalahkan Manchester City dan Chelsea pada Desember lalu sebelum kemudian menahan imbang Liverpool di Anfield pada matchday 24 lalu.

Dipaksa Kerja Sangat Keras

Usai pertandingan, Lingard menegaskan bahwa kemenangan itu tidak datang dengan mudah. Bahkan timnya dipaksa untuk bekerja sangat keras sepanjang pertandingan.

"Itu adalah laga yang membuat kami bekerja sangat keras, dari awal sampai akhir. Tapi kami akhirnya mendapat tiga poin dan harus bekerja keras untuk untuk meraihnya," serunya pada Sky Sports.

"Itu adalah sebuah pertempuran. Kami memang sudah menduga hal itu, tetapi kami menanganinya dan berhasil pada akhirnya," ujar Lingard.

Permainan MU Masih Kurang Cantik

Lingard juga mengatakan permainan United saat itu tidak cantik. Akan tetapi ia menegaskan bahwa tak di semua pertandingan timnya bisa tampil bagus sekaligus meraih kemenangan.

"Bagi kami, kami hanya berkonsentrasi pada apa yang kami lakukan, Anda harus datang ke tempat seperti Leicester dan terkadang kerja keras untuk menghasilkan kemenangan. Itu tidak selalu cantik tetapi Anda hanya harus menyelesaikan tugas Anda," ujarnya.

"Semangat kami baik, terutama dalam 15 menit terakhir melawan Burnley, untuk kembali seperti yang kami lakukan. Kami dibesarkan dengan cara itu sebagai tim Manchester United - akan ada pertandingan yang sulit selama musim ini, tetapi itulah cara kami bangkit kembali dan atasi itu."

Pekan ini MU berhasil merebut tiga poin penuh walau mengakhiri pertandingan dengan skor tipis. Mereka berhasil menggeser Arsenal ke posisi enam. Akan tetapi, MU diprediksi hanya mampu finis di posisi keempat papan klasemen akhir musim ini.