Sabtu, 05 Mei 2018

Conte Komentari Chelsea Jual Salah


Conte Komentari Chelsea Jual Salah - Manajer Chelsea, Antonio Conte, mengungkapkan, keputusan timnya melepas Mohamed Salah tidak berdasar atas kemauan sang manajer. (judi bola online)

Tak Bermain Maksimal

Mohamed Salah bergabung dengan Chelsea pada Januari 2014. Namun, satu musim berselang, pemain Mesir itu dianggap tidak maksimal.

Pada 2016, Mohamed Salah kemudian hijrah ke AS Roma. Kini, ia kembali ke Premier League, namun dengan membela panji Liverpool.

"Tidak ada yang bertanya kepada saya tentang dirinya (Salah). Saya tidak ingin mengambil risiko itu karena saya akan berada dalam masalah besar," ia menambahkan.

Mohamed Salah tampil impresif pada musim ini. Di seluruh kompetisi, Mohamed Salah telah melakoni 49 laga dan sukses mencetak 45 gol, serta 15 assist.

"Menurut saya, musim ini Mohamed Salah sangat luar biasa. Kiat sekarang sedang membicarakan pemain yang benar-benar bagus," tutur Conte.

Pujian Conte Untuk Salah

Manajer Chelsea, Antonio Conte, melayangkan pujian buat Mohamed Salah. Menurutnya, winger Liverpool itu memperlihatkan performa yang fantastis pada musim ini.

Kemampuan Salah sempat diragukan saat The Reds membelinya dari AS Roma pada awal musim ini. Namun, dia mampu membalas keraguan itu dengan performa apik di lapangan.

Kini ia menjadi pilar penting bagi Liverpool. Sejauh ini ia sukses mengemas 43 gol di semua ajang kompetisi, 31 di antaranya di pentas Premier League.

Bukan hanya itu, Salah juga turut membantu Liverpool lolos hingga ke final Liga Champions musim ini. Pada partai puncak The Reds akan bersua Real Madrid, di Olimpiyskiy National Sports Complex, Kiev, 27 Mei 2018.

Akhir pekan ini, pemain asal Mesir itu akan memimpin Liverpool untuk berhadapan dengan Chelsea di Stamford Bridge, pada laga pekan ke-37 Premier League.

"Saya rasa musim ini untuk Salah adalah musim yang fantastis. Yang pasti kita berbicara tentang pemain yang benar-benar bagus. Saya mengenalnya ketika ia bermain di Italia. Tetapi, musim seperti ini, akan sangat sulit untuk diprediksi," ujar Conte.

"Kita berbicara tentang seorang pemain dengan karakteristik tertentu, berteknik tetapi juga sangat cepat. Musim ini saya melihat Mohamed Salah sangat tajam. Setiap kesempatan (yang ia miliki), ia ambil kesempatan itu," lanjutnya.

Jumat, 04 Mei 2018

Klopp Merasa Liverpool Seperti Madrid


Klopp Merasa Liverpool Seperti Madrid - Liverpool sukses memastikan langkah ke final Liga Champions 2017/18 usai menyingkirkan AS Roma dengan agregat 7-6. Di final, mereka akan berhadapan dengan Real Madrid di Kiev, Ukraina, 26 Mei mendatang. (agen bola terpercaya)

Tak Mudah Lolos Ke Final

Bagi The Reds, tidak mudah menggenggam tiket final. Meski di semifinal leg pertama menang 5-2, Liverpool harus menghadapi pertempuran sengit di markas Serigala Roma. 

Tampil di Stadio Olimpico, Liverpool justru kalah 2-4. Beruntung kekalahan ini tidak menghalangi langkah The Reds ke final karena masih unggul agregat 7-6 atas AS Roma. 

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, tidak membantah pasukannya porak-poranda dihantam AS Roma. "Pertandingan yang liar. Mereka melakukan segala upaya dan menghukum lewat serangan balik, tapi kemudian kami mampu mencetak gol," ujar Klopp seperti dilansir AS. 

"Lalu barisan belakangan kami terlalu ke dalam dan Anda tidak bisa bermain seperti ini. Setiap serangan balik selalu berbahaya bagi kami tapi kami tidak menyadari itu. Kami terlalu sabar. Kami biasanya tampil lebih baik--Anda tahu itu," beber Klopp menambahkan. 

Klopp juga mengakui kalau pasukannya beruntung bisa lolos dari sergapan Serigala Ibu Kota. Dan menurutnya, bukan hanya Liverpool yang mebutuhkan itu menuju ke final. 

"Kami 100 persen layak ke final. Anda tidak datang tanpa keberuntungan. Malam ini kami hanya sekali membutuhkan itu. Real Madrid juga membutuhkan keberuntungan kemarin. Seperti itulah, anak-anak layak mendapatkannya," beber pelatih 50 tahun itu. 

Sama Alami Kesulitan

Sama halnya dengan Liverpool, Real Madrid juga gagal menyapu bersih dua laga semifinal dengan kemenangan. Setelah mengalahkan Bayern Munchen 2-1 di Allianz Arena pada leg pertama, Los Blancos justru tertahan 2-2 saat tampil di Santiago Bernabeu pada leg kedua. 

Sementara itu, ini jadi kali ketiga secara beruntun Real Madrid berhasil melaju ke final Liga Champions. Los Blancos kini di ambang hattrick juara kompetisi antaklub Eropa tersebut.

Bagi Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, final nanti juga bukan pengalaman baru. Sebab sejak menangani Madrid, Zidane sudah dua kali mempersembahkan trofi si Kuping Besar.

Sebaliknya, Klopp justru minim pengalaman melewati partai puncak. Dalam lima babak final terakhir yang dilalaluinya, Klopp belum sekalipun berhasil mempersebahkan gelar bagi tim. 

"Kami harus mulai memenangkan sesuatu, tapi saya tahu itu. Semua terus-terusan mengingatkan saya kalau saya gagal pada lima final terakhir, tapi kami akan mencobanya dan pergi ke sana lagi," ujar mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut. 

Keown Kritik Penampilan Ozil


Keown Kritik Penampilan Ozil - Mantan pemain Arsenal, Martin Keown, melayangkan kritikan tajam untuk Mesut Ozil setelah penampilannya dalam laga melawan Atletico Madrid. Menurutnya, Ozil tak pantas mengenakan seragam Arsenal. (judi bola online)

Tak Senang Pada Penampilan Ozil

“Saya tak senang dengan penampilan Ozil pada beberapa laga terakhir. Sepertinya, dia bisa memilih laga di mana ia harus tampil bagus atau tidak,” ujar Keown.

“Ozil tak membantu pertahanan. Ia bersembunyi di balik posisinya. Hal tersebut tak berubah ketika Wenger mengganti Aaron Ramsey dengan Jack Wilshere.”

“Saya pernah bermain dengan Dennis Bergkamp dan Thierry Henry. Sikapnya sangat jauh berbeda dengan Ozil. Mereka akan melakukan apa pun demi kepentingan tim.”

“Arsenal seperti dibuat bermain untuk menyesuaikan Ozil. Hal tersebut tidaklah tepat,” ungkap Keown.

Mesut Ozil bermain penuh untuk Arsenal dalam laga melawan Atletico Madrid. Laga tersebut dimenangi Atletico dengan skor 1-0 lewat gol Diego Costa.

Atletico Madrid pun mengubur mimpi Arsenal untuk bisa merengkuh gelar Liga Europa pada musim 2017-18.

Kesedihan Arsene Wenger

Manajer Arsenal, Arsene Wenger, tidak bisa menyembunyikan kekecewaanya setelah timnya tersingkir dari Liga Europa. Arsenal kalah dengan agregat 1-2 dari Atletico Madrid.

Musim terakhir Arsene Wenger bersama Arsenal dipastikan tanpa gelar. The Gunners gagal menembus laga puncak Liga Europa setelah kalah 0-1 dari Atletico Madrid pada laga leg kedua semifinal.

Wenger pun menyatakan rasa penyesalannya setelah pertandingan.

“Saya sangat sedih karena tidak bisa menutup kebersamaan saya di Arsenal dengan gelar. Saya membutuhkan waktu untuk bangkit dan melihat peluang apa yang saya miliki pada masa mendatang.”

“Selama untuk Atletico Madrid, semoga sukses di final. Pemenang pada laga ini adalah favorit untuk menjadi juara.”

“Kami gagal memanfaatkan peluang pada akhir-akhir pertandingan. Kami merasa frustrasi dengan hasil tersebut.”

“Atletico Madrid bertahan sangat baik. Diego Godin membuang lima atau enam umpan silang kami. Mereka memiliki bek yang sangat hebat.”

“Saya turut merasakan rasa frustrasi dengan kegagalan ini. Setelah tampil hebat dalam 180 menit, namun kami tetap tersingkir,” ungkap Wenger.

Selain gagal meraih gelar, Arsenal hampir dipastikan kembali absen pada Liga Champions musim mendatang. Sebelumnya, The Gunners berharap bisa tampil di Liga Champions dengan status juara Liga Europa.

Rabu, 02 Mei 2018

Madrid Dianggap Hanya Beruntung Ke Babak Final


Madrid Dianggap Hanya Beruntung Ke Babak Final – Real Madrid melaju ke final Liga Champions usai bermain imbang 2-2 kontra Bayern Munchen di Santiago Bernabeu dalam leg kedua semifinal Liga Champions. Di leg pertama, Los Blancos menang 2-1 di kandang Die Roten. (agen bola terpercaya)

Berhasilkan Menyingkirkan Munchen

Namun, cara Real Madrid menyingkirkan Bayern Munchen mendapat cibiran. Media olahraga Barcelona menyebut sukses tim asuhan Zinedine Zidane lebih karena keberuntungan.

Sejumlah kontroversi terjadi di laga led kedua semifinal antara Real Madrid melawan Bayern Munchen. Salah satunya yakni handball bek tuan rumah, Marcelo di area kotak penalti sendiri yang dihukum penalti.

Selain itu, mereka juga menyebut keberhasilan Real Madrid ke final akibat kecerobohan kiper Bayern Munchen, Sven Ulreich. Kecerobohan itu berbuah gol kedua Karim Benzema.

"Begini caranya Madrid lolos," tulis salah satu harian olah raga Barcelona seraya menyebut Madrid dibantu wasit dan keberuntungan.

Kecerobohan Penjaga Gawang

Sementara di Mundo Deportivo menyebut keputusan tidak memberi Bayern penalti atas handball Marcelo sebagai "keterlaluan". Harian Spanyol itu menyebut tergelincirnya Ulreich sebagai kesalahan yang epik, tapi sebaliknya mereka memuji kiper Madrid Keylor Navas sebagai pemelihara nyawa Los Blancos.

Di klasemen Liga Spanyol, Real Madrid tertinggal 15 poin dari Barcelona. Namun, Blaugrana tersingkir di perempat final Liga Champions usai kalah dari AS Roma.

Sukses Real Madrid ke final Liga Champions menjadi ketiga kalinya secara beruntun. Klub ibu kota Spanyol ini memburu gelar Liga Champions ke-13 sepanjang sejarah mereka.

Real Madrid menjadi satu-satunya yang menjadi juara bertahan hingga tiga kali berturut-turut. Hal tersebut membuat Real Madrid saat ini sudah dipastikan bisa mengalahkan Liverpool di babak final nanti. Liverpool berhasil melenggang ke babak final ajang Liga Champions musim ini walau mengalami kekalahan saat berhadapan dengan AS Roma.

Liverpool akan di buat kesulitan saat berhadapan dengan Real Madrid di babak final nanti. Walau begitu Madrid tetap harus waspada pada penampilan Mohamed Salah yang semakin ciamik bersama dengan Liverpool di musim ini.

Beberapa media di Inggris kabarnya menyebutkan Madrid terancam tak akan menurunkan para pemainterbaiknya di babak final nanti karena fakor padatnya jadwal.

Klopp Sebut Liverpool bermain terlalu Sabar


Klopp Sebut Liverpool bermain terlalu Sabar - Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, menyatakan kalau timnya beruntung bisa lolos ke final Liga Champions. Menurutnya, The Reds tampil tidak bagus saat berhadapan dengan AS Roma. (judi bola online)

Membiarkan Lawan Menekan Lini Pertahanan

"Laga tadi sangat liar. AS Roma tampil habis-habisan. Kami sempat menghukumnya dengan serangan balik, tetapi kami membiarkan mereka menekan lini pertahanan," ujar Klopp.

"Kami memberikan ruang yang banyak untuk As Roma. Lini pertahahan kami bermain jauh ke belakang, kami tidak bisa bermain seperti itu."

"Seharusnya, setiap serangan balik haruslah berbahaya. Tetapi tidak kali ini, Liverpool bermain terlalu sabar dan berhati-hati."

"Biasanya, kami akan menjadi tim yang lebih baik, namun tidak pada laga tadi. Kami harus meningkatkan performa untuk laga final nanti," ungkap manajer asal Jerman tersebut.

Liverpool melaju ke final setelah menang agregat dengan skor 7-6. The Reds akan menghadapi Real Madrid di Kiev pada 26 Mei mendatang.

Komentar Monchi

Direktur olahraga AS Roma, Monchi, mengatakan kalau klubnya tersebut akan tampil di final Liga Champions jika kompetisi tersebut menggunakan Video Assistant Referee (VAR). Menurutnya, ada banyak keputusan wasit yang merugikan AS Roma.

AS Roma gagal ke final Liga Champions setelah kalah 6-7 pada agregat melawan Liverpool. Namun, Monchi berkeyakinan kalau AS Roma yang lebih pantas ke laga puncak.

"Kami dirugikan oleh wasit. Seharusnya kami mendapat dua tendangan penalti lagi pada laga tadi. Selain itu, pada pertemuan pertama, Liverpool mencetak gol dari posisi offside," ujar Monchi.

"Kami menghargai pencapaian Liverpool, namun kami harus mengevaluasi apa yang terjadi. Saya tak mengerti, kenapa UEFA tak menggunakan VAR dalam kompetisi sepenting Liga Champions."

"Hasil ini mencederai gairah dan kerja keras kami. Kami seharusnya bisa tampil di final. Jika ada VAR, laga final Liga Champions adalah AS Roma \melawan Bayern Munchen," ungkap Monchi.

Sebelumnya, Real Madrid memastikan tempat di final Liga Champions setelah unggul dengan agregat 4-3 atas Bayern Munchen.

Liverpool memang diprediksikuat akan bisa menjadi juara di ajang Liga Champions musim ini. Namun, Real Madrid tidak akan mudah dikalahkan oleh Liverpool di babak final nanti.