Jumat, 06 Oktober 2017

Joachim Low Mengaku Puas Dengan Kemenangan Timnya



Joachim Low Mengaku Puas Dengan Kemenangan Timnya - Pelatih timnas Jerman, Joachim Low, mengaku sangat puas dengan kemenangan dengan skor akhir 3-1 yang diraih oleh tim asuhannya atas Irlandia Utara pada pertandingan lanjutan Grup C babak kualifikasi ajang Piala Dunia 2018, yang berlangsung di Stadion Windsor Park, hari Jumat (6/10/2017) dini hari WIB. (agen bola terpercaya)

"Saya merasa sangat puas karena mampu unggul dua gol dengan begitu cepat. Kami sudah unggul dengan cepat ketika berhasil menang dengan skor akhir 2-1 atas Ceska, tetapi setelahnya kami harus kehilangan kendali. Situasi ketika melawan Ceska tidak akan terjadi pada hari ini," papar Joachim Low.

"Kami merasa akan bisa mengendalikan segalanya ketika berhadapan dengan timnas  Irlandia Utara di paruh kedua. Namun, situasi tersebutlah yang membuat permainan kami saat ini sedikit melambat," ujar Joachim Low.

Joachim Low menurunkan mayoritas pemain terbaiknya ketika berhadapan dengan Irlandia Utara. Jerome Boateng dan Mats Hummels lantas tampil untuk bisa menjaga gawang milik Marc-Andre ter Stegen agar tidak kebobolan.

Taktik yang sudah diterapkan oleh Joachim Low membuat timnas Jerman berhasil unggul tiga gol lebih dulu lewat aksi Sebastian Rudy di menit kedua, Sandro Wagner di menit ke-21, dan Joshua Kimmich di menit ke-86. Sedangkan Irlanida Utara hanya mampu membalas satu gol lewat aksi Josh Magennis di menit ke-90.

Hasil positif tersebut membuat timnas Jerman semakin kukuh menempati peringkat pertama dengan perolehan 27 poin di papan klasemen sementara. Mereka unggul hingga delapan angka dari Irlandia Utara yang kini menghuni urutan kedua. Tim asuhan Joachim Low sudah dipastikan akan lolos ke ajang Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia, mengingat babak kualifikasi hanya menyisakan satu pertandingan lagi.

Jika pada pertandingan selanjutnya timnas Jerman mengalami kekalahan, hal tersebut tidak akan mempengaruhi posisi  mereka di papan klasemen babak kualifikasi ajang Piala Dunia 2018 dan akan tetap melenggang ke pertandingan utama yang berlangsung di Rusia. Sedangkan Timnas Irlandia Utara harus menempuh babak playoff terlebih dahulu untuk bisa ikut berlaga di pertandingan utama di tahun mendatang. Saat ini Joachim Low sedang mempersiapkan timnya untuk berlaga di pertandingan selanjutnya.

Arnautovic Dilema Jelang Pertandingan Austria Melawan Serbia



Arnautovic Dilema Jelang Pertandingan Austria Melawan Serbia - Pertandingan babak kualifikasi ajang Piala Dunia 2018 Grup D antara timnas Austria dan timnas Serbia yang akan berlangsung di Stadion Ernst Happel, Wina, hari Sabtu (7/10/2017) dini hari WIB, membuat hati Marko Arnautovic kini terbelah. Di satu sisi, pemain sayap Timnas Austria tersebut ingin mempersembahkan kemenangan untuk negaranya pada pertandingan kandang terakhir di ajang ini. Namun di sisi lain, pemain yang pernah ikut membela Inter Milan di musim 2009-2010 ini tak mau melukai Serbia sebagai negara asal orangtuanya tersebut. (judi bola online)

’’Saya sangat mencintai kedua negara tersebut. Laga ini sudah pasti akan sangat sulit untuk saya,’’ papar pemain yang di musim ini ikut membela West Ham United saat sesi jumpa pers pada awak media Austria.

Arnautovic tidak mau dianggap sebagai pemain kacang lupa kulit. Ia sangat sadar, baik timnas Austria dan timnas Serbia, memiliki arti tersendiri didalam hidupnya.

’’Saya lahir di negara Austria, dan juga besar di sana. Semua yang memang saya butuhkan, saya bisa dapatkan di sini. Akan tetapi, keluarga saya keduanya berasal dari Serbia. Untuk saya pribadi, ini adalah pertandingan yang sangat emosional,’’ papar pemain yang berusia 28 tahun tersebut.

Tak hanya itu saja, Arnautovic mengaku ia selalu memantau perkembangan permainan sepak bola Serbia. Bersama dengan ayahnya, tak jarang Arnautovic berdiskusi mengenai perkembangan Timnas Serbia.

Saat ditanya tentang kekuatan lawan yang akan dihadapi oleh tim nasional Austria,Marko Arnautovic tidak menampik bahwa Timnas Serbia kni sangat termotivasi untuk bisa lolos ke pertandingan putaran final ajang Piala Dunia yang berlangsung di Rusia tahun mendatang. Menurut Marko Arnautovic, Timnas Austria akan bisa bermain seperti tim tamu.

’’Akan terasa sangat sulit untuk kami. Seperti bermain di kandang lawan saja. Timnas Serbia saat ini sangat termotivasi, tapi kami juga tidak pernah akan tinggal diam. Saya sangat berharap rekan satu tim saya tetap bisa profesional walau peluang untuk bisa lolos ke pertandingan utama jang Piala Dunia 2018 sangat tipis. Kami tetap harus berusaha bermain untuk bisa meraih kemenangan,’’ papar pemilik nomor punggung 7 di Timnas Austria tersebut.

Kamis, 05 Oktober 2017

Fabregas Pernah Melempar Pizza Ke Mantan Manajer MU



Fabregas Pernah Melempar Pizza Ke Mantan Manajer MU - Pemain gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, mengaku bahwa dirinya pernah melempar sepotong Pizza ke mantan manajer Manchester United,Sir Alex Ferguson. Namun, Cesc Fabregas menegaskan bahwa insiden tersebut tidak direncanakan. (agen bola terpercaya)

Peristiwa itu terjadi ketika Cesc Fabregas masih ikut membela Arsenal pada tahun 2004. Ketika itu, Cesc Fabregas melakoni pertandingan melawan Manchester United yang harus berakhir dengan kekalahan 0-2, pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Old Trafford.

Selepas Laga, Cesc Fabregas kabarnya mengetahui ada keributan yang sedang terjadi di lorong menuju ruang ganti para pemain. Cesc Fabregas lantas berusaha untuk melerai keributan tersebut, akan tetapi harus berujung dengan peristiwa yang akan terus teringat disepanjang hidupnya.

"Ya, saya saat itu pernah melempar Pizza kepada Alex Ferguson. Saya saat itu tiba-tiba, mendengar suara gaduh dan berpikir apa yang sedang terjadi. Saya lalu pergi dengan membawa sepotong pizza. Saya melihat Sol Campbell, Rio Ferdinand, dan Martin Keown, saat itu saling mendorong satu sama lain," ujar Cesc Fabregas.

"Saya memang seperti ingin menengahi mereka, akan tetapi tidak tahu harus bagaimana caranya. Saya lalu melempar pizza tersebut, namun malah mengenai Ferguson," papar Cesc Fabregas.

Sir Alex Fergusson menangani Manchester United sejak tahun 1986 hingga tahun 2013. Selama ia berkarier di kubu Old Trafford, sosok yang berusia 75 tahun tersebut mampu menjuarai berbagai gelar seperti 13 trofi ajang Premier League hingga dua ajang Liga Champions.

Alex Ferguson berhasil membawa Manchester United menjadi salah satu tim raksasa di ajang Premier League saat itu. Hingga kini Manchester United selalu berhasil membuat lawan-lawannya kesulitan untuk menjebol gawang mereka.

Di musim ini Manchester United tengah berada dalam kondisi prima, mereka belum terkalahkan di 7 pekan berturut-turut. Tim asuhan Jose Mourinho tersebut tengah mengisi posisi kedua papan klasemen sementara ajang Premier League musim ini dengan hanya tertaut jumlah gol saja dari Manchester City di musim 2017-2018 ini.

Manchester United masih berpotensi untuk menggeser The Citizens jika mereka berhasil memenangkan pertandingan dengan banyak gol pada pertandingan lanjutan ajang Premier League bebera[a pekan mendatang.

Conte Sedang Diincar AC Milan



Conte Sedang Diincar AC Milan - Manajer Chelsea, Antonio Conte dikabarkan akan menjadi incaran AC Milan yang sangat ingin mengganti pelatih Vincenzo Montella. Namun, masih belum diketahui kapan rencana AC Milan tersebut akan dilakukan. (judi bola online)

Masa depan dari Vincenzo Montella tersebut mulai diragukan akibat tiga kekalahan yang memang sudah didapat oleh AC Milan di ajang Serie A pada musim ini. Sejumlah nama pelatih lantas dilaporkan menjadi calon pengganti dari Vincenzo Montella.

Jika performa I Rossoneri tidak kunjung berubah, pemecatan Vincenzo Montella sepertinya hanya tinggal menunggu waktu saja. Jika memang itu terjadi, mereka sudah menyiapkan beberapa nama pelatih untuk menggantikannya.

Awalnya, AC Milan sangat ingin bereuni dengan Carlo Ancelotti yang baru saja dipecat oleh Bayern Munchen. Namun, pria yang sangat akrab disapa dengan Don Carlo tersebut memilih untuk istirahat daripada mencari pekerjaan baru.

Selain Carlo Ancelotti, AC Milan juga sangat menginginkan pelatih Chelsea, Antonio Conte, seperti yang dilansir oleh Football Italia. Kebetulan, hubungan Antonio Conte dengan Chelsea saat ini sedang tidak kondusif. Mantan pelatih dari Juventus tersebut dilaporkan merasa sangat kecewa dengan kebijakan transfer dari The Blues di musim panas tahun 2017 ini.

Buruknya kebijakan dari transfer tersebut pula yang harus membuat Chelsea kini mulai tertinggal dari papan atas klasemen sementara. Walau masih bertahan di posisi keempat, Eden Hazard dan rekan-rekan setimnya saat ini terpaut dengan enam poin dari Manchester City dan Manchester United.

Antonio Conte belum lama ini kabarnya mengaku tidak akan terlalu lama bekerja di luar negara Italia. Bekerja sebagai seorang pelatih di klub Italia dijadikan sebagai tujuan utama Antonio Conte jika petualangannya bersama dengan Chelsea harus berakhir.

Chelsea saat ini memang harus berjuang keras untuk bisa mendapatkan tiga poin penuh di beberpa pertandingan selanjutnya ajang Premier League musim 2017-2018. Hal tersebut dikarenakan mereka tampil kurang konsisten pada pertandingan terakhir yang mereka ikuti. Terbaru, mereka harus dikalahkan oleh Manchester City dengan sjor akhir 1-0, kekalahan tersebut membuat Chelsea tak bisa merubah posisinya di papan klasemen sementara ajang Premier League musim 2017-2018 ini. Hasil negatif ini lantas membuat posisi Antonio Conte sebagai manajer terancam.

Selasa, 03 Oktober 2017

Joe Hart Beri Kecaman Pada Keputusan Guardiola



Joe Hart Beri Kecaman Pada Keputusan Guardiola - Joe Hart mengaku dirinya tidak bisa mendapat kesempatan untuk membuktikan kualitas dirinya di tim Manchester City sejak kedatangan Josep Guardiola sebagai manajer. Ia lantas merasa impiannya untuk bisa mengakhiri karier di klub itu tidak akan bisa terealisasi. (agen bola terpercaya)

Saat ini, Joe Hart tengah memperkuat West Ham United dengan status sebagai pemain pinjaman dari Manchester City hingga bulan Juni 2018 mendatang. Sebelumnya, Joe Hart menghabiskan satu musim di Italia bersama dengan Torino.

Kehadiran Josep Guardiola menjadi penyebab Joe Hart terpental dari tim utama The Citizens. Manajer yang berasal dari Spanyol tersebut menilai Joe Hart tidak sesuai dengan kriteria penjaga gawang yang saat ini ia inginkan.

“Begitulah kehidupan di dunia olahraga sepak bola. Para pemain sangat ingin mendapatkan kesempatan yang sangat adil, namun bukan begitu cara permainan sepak bola bergulir,” ujar Joe Hart.

“Saya sudah siap bersaing lewat laga yang adil. Jika memang saya kalah, saya akan bisa mengaku kalah. Namun saya tidak akan bisa mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan di bawah kendali Josep Guardiola.” papar Joe Hart

“Saya tidak mengerti alasan Josep Guardiola sangat ingin menyingkirkan saya dari tim Manchester City. Saya hanya tahu kalau diri saya harus pergi. Saya tidak akan pernah berbohong kalau saya sangat ingin menghabiskan karier sebagai pemain legenda di Manchester City, namun karir saya bersama dengan klub itu tampaknya sudah berakhir,” ungkap Joe Hart.

Saat ini, Joe Hart masih memiliki kontrak kerja bersama dengan Manchester City hingga bulan Juni 2019. Namun, Joe Hart meyakini kalau dirinya tidak akan lagi bisa mendapatkan kesempatan mengawal gawang milik The Citizens. Joe Hart berharap bisa hijrah secara permanen di bursa transfer pemain musim panas tahun 2018 mendatang.

Manchester City di musim ini memang tampil impresif, mereka terus berhasil menjatuhkan lawan-lawannya di beberapa pertandingan terakhir. Hal tersebut membuat mereka terus bertahan di puncak klasemen sementara ajang Premier League musim 2017-2018 ini. Namun mereka berpotensi digeser oleh Manchester United bila gagal di pertandingan pekan selanjutnya musim 2017-2018 ajang Premier League.